Banner Gingham Check

Thursday, 14 November 2013

As a Sweet Love

As a Sweet Love


By: Kenzo Kato
Inspirated By ShintaNaomi


“Semua berkumpul !!” teriak pelatih basketku , kami pun segera berkumpul “ayo dong semangat , besok adalah pertandingan final , semua kita pertaruhkan disini , kita adalah juara tahun lalu dan kita harus kembali membawa pulang piala kejuaraan itu ke sekolah kita , apa kalian siap ??” “siaaapp pakk !!” kata kami serempak “sekarang kembali ke posisi masing masing dan lanjutkan latihan” “baik pak” , hari ini kami memang harus berlatih extra karena besok adalah pertandingan final melawan SMA yang sudah menjadi musuh bebuyutan kami sejak dulu.Kami memang harus bisa menjadi juara lagi agar reputasi sekolah kami tidak jatuh sekaligus aku ingin membuat anak basket SMA itu menjadi kecewa dan malu
Latihan pun selesai , saatnya kami pulang , “man , gue pulang dulu ya” “yoi ger , ati ati ya” kataku sambil membetulkan tali sepatuku “oke , lu juga” dan akhirnya hari yang melelahkan itu pun berakhir sudah.

****************
Hari baru pun telah dimulai , aku segera siap siap berangkat dan aku berangkat agak pagi karena kami juga harus bersiap siap sebelumnya , dan saat sampai di sekolah , aku hanya melihat beberapa anak yang memang sengaja berangkat pagi , mending pemanasan dikit ah kataku dalam hati sambil membawa bola basketku untuk sekedar shooting kecil kecilan dan setelah beberapa lemparan aku tidak sengaja mengenai seorang gadis yang sedang membaca buku dengan bola basketku , “aduuhhh” teriaknya , spontan aku segera berlari menghampirinya , “kamu tidak apa apa kan ? maaf aku nggak sengaja” “iya gapapa kok” katanya sambil tersenyum dan memegangi kepalanya yang terkena bolaku tadi , “hmm.. nama kamu siapa ?” “aku Naomi..” “kenalin aku maman” “iya aku sudah tau kok” “loh kok ....” “udah ya , aku mau ke kelas dulu” katanya sambil berlalu pergi.
****************
Akhirnya tiba saatnya kami bertanding , sebelum bertanding kami berdoa terlebih dulu agar keberuntungan selalu menghampiri kami , selama pertandingan hampir tidak ada masalah yang serius , tim kami selalu memimpin namun saat aku mendribble bola , aku melihat gadis yang terkena bola basketku tadi pagi , dan itu membuat bola yang aku kuasai diambil lawan dan akhirnya membuat lawan kami mencetak angka , setelah itu pelatih kami meminta time out , “man , kamu sebagai forward harus bisa konsentrasi penuh dong , masak bola tadi bisa kecolongan , harusnya kamu bisa nembak dari titik three point” “maaf pak , saya kurang konsentrasi” “ini pelajaran buat yang lain juga , sekarang kembali ke lapangan dan tunjukkan pada mereka siapa kita” “siaapp pak !!” teriak kami serempak.
Pertandingan berlangsung lagi , aku berusaha memusatkan konsentrasi ke pertandingan walau sesekali melihat ke arah gadis itu , tampaknya dia kurang tertarik dengan olahraga basket dan lebih memilih duduk sendiri sambil membaca buku. Akhirnya tiba saat akhir laga , team kami menang berkat tembakan 3 point dari Gerry yang membuat kedudukan menjadi 97-95 dan itu membuat tim kami menjadi juara lagi untuk tahun ini.
****************
Setelah penyerahan piala dan winning celebration , aku segera berlari mencari gadis tadi karena dia menghilang entah kemana , dan setelah beberapa saat mencarinya akhirnya ia kutemukan sedang duduk dibawah pohon dan masih membaca bukunya , “hai , kok sendirian sih ?” tanyaku “ohh hai
juga” balasnya “nggak ke lapangan ya ? tim kita menang loh” “aku nggak terlalu suka basket , hmm selamat ya” “iya makasih , ehm itu buku apa sih ? dari tadi aku liat kamu serius banget bacanya” “ohh ini novel , ceritanya seru” “hobi banget baca ya ?” “iya , dari kecil aku emang hobi baca” “hmm , yaudah deh aku ke lapangan dulu ya” “iya silahkan” balasnya dingin ************** 3 Bulan kemudian ..... Sekolah kami akan mengadakan camping akhir tahun yang sudah menjadi agenda tahunan sekolah kami sejak dulu. Aku sebagai anggota OSIS pun ikut siap siap karena perkemahan akan diadakan seminggu lagi , dan setelah rapat aku kebagian sebagai seksi konsumsi yang mengurusi segala tentang konsumsi. Setelah selesai rapat aku segera lari ke kelasku karena takut pelajaranku semakin tertinggal oleh aktivitas ku di OSIS , namun saat berlari aku tidak sengaja menabrak Naomi sehingga bukunya terjatuh , “eh maaf aku nggak sengaja” kataku sambil memunguti buku yang berjatuhan “iya gapapa kok” katanya sambil tersenyum manis , aku sempat memandang wajahnya sesaat dan senyumnya benar benar manis sekali , “sekali lagi maaf ya , ini bukunya” kataku sambil memberikan buku dan aku segera ke kelas ku.
****************
1 Minggu kemudian.....
Acara camping kami akhirnya digelar , suasana di bis kelasku tampak meriah , tidak lupa ku keluarkan gitarku dan kami bernyanyi dan bergurau sepanjang perjalanan walaupun temanku Gerry lebih memilih untuk tidur sambil mendengarkan MP3 player miliknya
Akhirnya kami sampai ke bumi perkemahan yang amat indah , tempatnya di daerah pegunungan di daerah Bandung. Saat sampai di lokasi kami segera mendirikan tenda , sebagian mencari kayu bakar dan air dan aku masih sibuk dengan konsumsi untuk makan malam nanti.
Akhirnya pekerjaanku telah selesai dan aku juga telah selesai mandi , Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 , aku memutuskan berkeliling sambil membawa gitarku untuk sekedar refreshing , sampai akhirnya aku menemukan sebuah tempat yang pas di pinggir sungai , sambil melihat sunset ku petik gitarku , “apakah kau melihat langit mentari senja , mengajak untuk menerima keadaan ini dan terus maju ....” , lagu ini adalah lagu kesukaanku karena memang liriknya yang begitu bagus dan easy listening menurutku , “wah bagus juga suara kamu” kata Naomi “loh , kok kamu ..” “aku dari tadi di belakang kamu , tadinya aku mau cari tempat yang sepi buat baca buku , tapi aku dengar ada suara nyanyian dan ternyata itu kamu man” “hehe , sama dong , duduk sini mi” kataku sambil sedikit bergeser , “kamu emang hobi nyanyi ya man ? aku kira kamu cuma hobi basket” “ya pekerjaan sampingan lah hehe” candaku “haha bisa aja kamu” , cukup lama kami bercanda disini dan kemudian kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 17.30 “balik yuk , kan bentar lagi acara api unggun” “ayuk deh man” dan kami pun segera kembali ke tenda kami
****************
Namun tiba tiba turun hujan saat kami akan kembali ke perkemahan , “wah hujan” spontan aku melepas jaketku dan membuatnya sebagai payung untuk aku dan naomi. “tuh ada gubuk , kesana aja” kataku sambil berlari dengan naomi ke gubuk itu. “duh gimana nih ? hujannya lebat banget” “kita tunggu disini aja , bentar lagi paling reda”. Kami berdua mulai gelisah karena hujan belum juga reda , bahkan jaketku sudah mulai mengering lagi , “gimana sih ini hujan kok belum reda juga” gerutu naomi , “sabar aja , tuh mendungnya udah mulai pergi , paling bentar lagi reda kok” , aku
melihat Naomi mulai kedingingan , dia mulai menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya , “nih pakai aja” kataku sambil memakaikan jaketku ke naomi , “eh ga usah man..” “gapapa kok , pakai aja” “hmm makasih ya man” “iya sama sama” jawabku sambil tersenyum
****************
Setelah hujan reda kami kembali ke perkemahan , namun aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku , wah sepertinya masuk angin gara gara kehujanan tadi nih pikirku , aku memutuskan untuk keluar tenda dan menghangatkan tubuhku di depan api unggun , “man ...” sapa naomi “eh iya mi , duduk sini” kataku “nih aku bawain teh hangat buat kamu” katanya sambil memberiku segelas teh , “wah makasih ya mi” kataku sambil menerima teh pemberian naomi , “minum dulu man , biar badan kamu enakan” “iya deh aku minum” kataku , tapi.. “aduuhh , masih panas ternyata” kataku karena mulutku rasanya seperti terbakar “pelan pelan dong man , ditiup dulu” kata naomi sambil mengambil tisu dan menyeka sisa teh di mulutku. “nih minum lagi , ditiup dulu ya , biar ga kepanasan” katanya sambil tersenyum , “makasih ya mi , kamu baik banget” “hehe iya sama sama”
********** BERSAMBUNG ********

0 komentar: