Sweet Summer Love Part 2
By : Kenzo Kato
Inspirated by Sinka J & Beby Chaesara
Sepulang sekolah aku melihat beby sedang menunggu disamping gerbang sekolah , “hai beb , lama ya nunggunya ? maaf ya tadi ada urusan bentar” “gapapa kok man” “eh tapi tunggu bentar” “kenapa man ? ada yang ketinggalan ?” “enggak , kamu beneran mau pulang bareng aku ? aku cuma naik sepeda tua ini loh” “iya gapapa , lagian apa yang salah ?” “hmm yaudah deh , ayo naik” “pelan pelan ya , jangan ngebut” “iya neng , liat ya argonya masih nol” “haha , ada ada aja kamu ini” katanya sambil mencubit perutku , “oke deh letss goo!!” kataku sambil mulai menggenjot sepedaku.
setelah kami bersepeda cukup lama , akhirnya sampe juga di rumah beby , “stooppp !! nah sudah sampai” katanya , “weh ini beneran rumah kamu beb ?” “iya man , kenapa ?” “besaarr banget euy” “haha , nggak kok biasa aja , mampir dulu yuk man” “ehh nggak usah makasih aku harus buru buru pulang karena mau bantuin ibuku” “hmm yaudah deh man , ati ati ya , makasih loh udah mau capek capek nganterin” “iya sama sama , nggak kerasa capek kok kalo ada kamu , haha” “huu dasar raja gombal” “haha , yaudah aku balik dulu ya beb” “iya man hati hati” katanya sambil melambaikan tangan dan tersenyum
setelah kami bersepeda cukup lama , akhirnya sampe juga di rumah beby , “stooppp !! nah sudah sampai” katanya , “weh ini beneran rumah kamu beb ?” “iya man , kenapa ?” “besaarr banget euy” “haha , nggak kok biasa aja , mampir dulu yuk man” “ehh nggak usah makasih aku harus buru buru pulang karena mau bantuin ibuku” “hmm yaudah deh man , ati ati ya , makasih loh udah mau capek capek nganterin” “iya sama sama , nggak kerasa capek kok kalo ada kamu , haha” “huu dasar raja gombal” “haha , yaudah aku balik dulu ya beb” “iya man hati hati” katanya sambil melambaikan tangan dan tersenyum
****************
Malam harinya aku tidur cepat karena benar benar kelelahan sampai sampai aku tidak tau kalau ada tugas matematika yang belum kukerjakan
****************
Keesokan paginya , aku datang dengan santai , di kelas Cuma ada aku dan sinka saja , “kok santai amat kamu man ? udah ngerjain matematika ya ?” “matematika ? emangnya ada PR ya ?” “ada lah , 20 soal kemarin , kemana aja kemarin kamu sampe ga tau” “wah , aku nyontek dong” “nggak boleh , makanya kalo ada tugas tuh dengerin” “iya deh aku salah , aku nyontek ya , sekali ini aja , plisss” dengan gaya mukaku yang sedikit melas “hmm yaudah deh , nih” katanya sambil memberi buku tulis “nahh gitu dong , makasih ya nduuutt kamu emang baik deh” kataku sambil mencubit pipinya yang tembeb “aduuhh sakit tau” “haha , abisnya gemesin sih” kataku sambil duduk ke bangku ku dan mulai mengerjakan tugas itu.
****************
Saat guru matematikaku memasuki kelas , aku telah selesai mengerjakan tugasku , “nah selesai sudah , makasih ya ndut” kataku pada sinka “aku ngga gendut tau” “haha , iya deh yang langsing” “itu malah justru fitnah man” “haha makanya aku panggil gendut aja” , dan tiba tiba guruku mengatakan untuk segera mengumpulkan tugas yang diberikan kemarin , aku pun segera maju untuk mengumpulkan tugasku
Setelah tugas selesai dikoreksi maka tinggal giliran menunggu untuk mengambil bukuku , dan tibalah waktuku untuk mengambil bukuku “Mamaann” teriak guruku , aku pun segera maju untuk mengambilnya , “tumben nilai kamu baik , kamu nyontek sinka ?” “engga lah pak , masak saya nyontek” kataku dengan bangga “oke nanti bapak akan tes kamu” “haa ? maju pak ?” “iya , memang kenapa ? kalo itu memang hasil pekerjaan kamu sendiri pasti kamu bisa mengerjakan di depan” “iya pak” “sudah sana duduk” “iya , makasih pak” kataku sambil tertunduk malu , aku pun segera duduk kembali ke bangku ku
“kenapa man ? nilainya jelek ya?” tanya sinka , aku tidak menjawab hanya menaruh bukuku , sinka pun mengambil bukuku dan membukanya , “nah ini nilainya bagus , kok kamu cemberut ?” tanyanya
, “nanti aku disuruh maju buat ngerjain ulang” “hmm kamu pasti bisa kok , nanti aku ajarin deh” “beneran ndut ?” kataku bersemangat , dia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum , “makasih ya nduuuttt , kamu emang temen yang paling baik deh” kataku sambil mencubit kedua pipinya “aduuuhhh sakit tau man” katanya sambil mengelus pipinya “hehe maaf deh” kataku dan aku langsung mengelus pipinya juga , “udah ga sakit kan ?” , dia tidak menjawab , “eh ndut ajarin sekarang dong” “iya deh sini” katanya sambil meraih bukuku , dan dia mulai mengajariku pelan pelan , disini aku melihat ketulusan dia mengajariku , aku mulai memperhatikan dia , ternyata manis juga senyumnya , tapi bodohnya aku yang tidak menyadari selama ini.
Setelah tugas selesai dikoreksi maka tinggal giliran menunggu untuk mengambil bukuku , dan tibalah waktuku untuk mengambil bukuku “Mamaann” teriak guruku , aku pun segera maju untuk mengambilnya , “tumben nilai kamu baik , kamu nyontek sinka ?” “engga lah pak , masak saya nyontek” kataku dengan bangga “oke nanti bapak akan tes kamu” “haa ? maju pak ?” “iya , memang kenapa ? kalo itu memang hasil pekerjaan kamu sendiri pasti kamu bisa mengerjakan di depan” “iya pak” “sudah sana duduk” “iya , makasih pak” kataku sambil tertunduk malu , aku pun segera duduk kembali ke bangku ku
“kenapa man ? nilainya jelek ya?” tanya sinka , aku tidak menjawab hanya menaruh bukuku , sinka pun mengambil bukuku dan membukanya , “nah ini nilainya bagus , kok kamu cemberut ?” tanyanya
, “nanti aku disuruh maju buat ngerjain ulang” “hmm kamu pasti bisa kok , nanti aku ajarin deh” “beneran ndut ?” kataku bersemangat , dia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum , “makasih ya nduuuttt , kamu emang temen yang paling baik deh” kataku sambil mencubit kedua pipinya “aduuuhhh sakit tau man” katanya sambil mengelus pipinya “hehe maaf deh” kataku dan aku langsung mengelus pipinya juga , “udah ga sakit kan ?” , dia tidak menjawab , “eh ndut ajarin sekarang dong” “iya deh sini” katanya sambil meraih bukuku , dan dia mulai mengajariku pelan pelan , disini aku melihat ketulusan dia mengajariku , aku mulai memperhatikan dia , ternyata manis juga senyumnya , tapi bodohnya aku yang tidak menyadari selama ini.
****************
Sepulang sekolah aku segera ke parkiran untuk mengambil sepeda dan mengantar beby pulang , tapi di parkiran sekolah aku bertemu sinka lagi , “eh man , anterin ke toko buku yuk , aku mau beli buku fisika” “sekarang sin ?” “enggak , tahun depan aja gimana ?” “loh kok tahun depan ?” “ya sekarang lah maaann , bisa nggak ?” “duh gimana ya ? aku harus nganterin ibuku ke pasar” “yahh , ga bisa ya ?” “aku ga bisa sin , maaf ya” “iya deh gapapa , yaudah aku pulang dulu , dadahh man” “iya sin , ati ati dijalan” , dan ake segera mengambil sepedaku untuk menjemput beby , “hai beb , lama ya nunggunya ? maaf tadi ada rapat bentar , mau pulang sekaran ?” “enggak kok , yuk man” katanya sambil menaiki sepedaku , dan hari itu berjalan lagi seperti kemarin
****************
Keesokan paginya , hanya aku dan sinka yang berada di kelas , “ndut kamu tumben diam dari tadi , biasanya kamu rame banget” “aku gapapa kok” jawabnya cuek , “kamu sakit ya ?” tanyaku , “enggak kok man , gapapa” jawabnya singkat.
******** 2 Bulan Kemudian ********
Sejak hari itu aku dan sinka agak merenggang , biasanya kami selalu melakukan apa apa berdua , bahkan ada yang mengira kami berdua pacaran , sekarang kami tidak lagi seperti dulu , sementara hubunganku dengan beby makin erat bahkan kami sudah memutuskan untuk berpacaran 1 bulan yang lalu , tapi kejadian itu merubah segalanya..
Siang itu aku hendak mengajak beby pulang bersama lagi seperti biasanya tapi aku tidak menemuinya di dekat gerbang tempat dia biasa menungguku , hmm kemana ya dia , apa dia udah dijemput ayahnya ? pikirku , sehingga hari itu aku pulang sendiri
Sedang asiknya menggenjot sepedaku , aku melihat beby dengan seorang laki laki diseberang jalan menaiki motor sport berwarna merah , mereka berdua bercanda mesra layaknya sepasang kekasih , aku hanya tertunduk lesu , tidak tau apa yang harus kuperbuat , hampir 15 menit aku melihat mereka berdua dan akhirnya aku memutuskan pulang ke rumah dengan keadaan patah hati .
Siang itu aku hendak mengajak beby pulang bersama lagi seperti biasanya tapi aku tidak menemuinya di dekat gerbang tempat dia biasa menungguku , hmm kemana ya dia , apa dia udah dijemput ayahnya ? pikirku , sehingga hari itu aku pulang sendiri
Sedang asiknya menggenjot sepedaku , aku melihat beby dengan seorang laki laki diseberang jalan menaiki motor sport berwarna merah , mereka berdua bercanda mesra layaknya sepasang kekasih , aku hanya tertunduk lesu , tidak tau apa yang harus kuperbuat , hampir 15 menit aku melihat mereka berdua dan akhirnya aku memutuskan pulang ke rumah dengan keadaan patah hati .
****************
Keesokan harinya saat di kantin , aku melihat beby mendatangiku , aku pura pura cuek dan mengalihkan pandangan ke sekeliling sambil mengaduk es tehku , “maan , kamu kok sendirian ?” “eh kamu beb” jawabku kemudian aku menunduk “ada apa man ? kamu sakit ?” katanya sambil memegang keningku “enggak kok , aku ke kelas dulu” jawabku sambil melangkah pergi “lohh kok ,
maan tunggu” katanya sambil berdiri dan mengejarku , “ada apa sih ? kamu marah sama aku ?” “enggak , buat apa aku marah , udah ah aku mau ke kelas dulu” kataku sambil berusaha melepaskan pegangan tangannya “nggak bisa , jelasin ke aku dulu kamu kenapa kayak gini” “emang kamu harus tau ya ? nggak perlu lah urusin urusan orang” “kok kamu gitu sih ?” “kenapa ? salah ?” “kamu bener bener kasar man” “ya ini aku , makanya ga usah deket deket aku lagi” “nggak , aku mau kamu jelasin semua” katanya sambil mulai menangis “jelasin apa ? semua udah jelas” “semua apa ?” “kemarin kamu kemana ?” “aku ? aku pulang duluan , udah dijemput ayahku soalnya , maaf yah” “ohh itu ayah kamu ya ? masih muda banget loh , pake baju SMA samapake motorsport warna merah , ohh kenalin dong ke ayah kamu itu” , dia terdiam tidak menjawab “kok diam ? udahlah ga usah dijelasin lagi” “tapi maannn ....” “aku memang bukan anak orang kaya kayak kalian , tapi aku punya hati juga beb , maafin aku , aku ga bisa lanjutin hubungan kita , kita putus” kataku sambil melangkah pergi meninggalkan beby yang menangis. Sejak saat itu aku tidak lagi peduli dengan beby , terserah dia mau seperti apa.
maan tunggu” katanya sambil berdiri dan mengejarku , “ada apa sih ? kamu marah sama aku ?” “enggak , buat apa aku marah , udah ah aku mau ke kelas dulu” kataku sambil berusaha melepaskan pegangan tangannya “nggak bisa , jelasin ke aku dulu kamu kenapa kayak gini” “emang kamu harus tau ya ? nggak perlu lah urusin urusan orang” “kok kamu gitu sih ?” “kenapa ? salah ?” “kamu bener bener kasar man” “ya ini aku , makanya ga usah deket deket aku lagi” “nggak , aku mau kamu jelasin semua” katanya sambil mulai menangis “jelasin apa ? semua udah jelas” “semua apa ?” “kemarin kamu kemana ?” “aku ? aku pulang duluan , udah dijemput ayahku soalnya , maaf yah” “ohh itu ayah kamu ya ? masih muda banget loh , pake baju SMA samapake motorsport warna merah , ohh kenalin dong ke ayah kamu itu” , dia terdiam tidak menjawab “kok diam ? udahlah ga usah dijelasin lagi” “tapi maannn ....” “aku memang bukan anak orang kaya kayak kalian , tapi aku punya hati juga beb , maafin aku , aku ga bisa lanjutin hubungan kita , kita putus” kataku sambil melangkah pergi meninggalkan beby yang menangis. Sejak saat itu aku tidak lagi peduli dengan beby , terserah dia mau seperti apa.
****************** BERSAMBUNG *********************

0 komentar:
Post a Comment